Contoh Makalah Tentang Zakat Fitrah

Advertisement
Contoh Makalah Tentang Zakat Fitrah - Zakat merupakan salah satu rukun Islam, dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam. Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk dalam kategori ibadah (seperti shalat, haji, dan puasa) yang telah diatur secara rinci dan paten berdasarkan Al-Qur'an dan As Sunnah, sekaligus merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan umat manusia.

Seluruh ulama Salaf dan Khalaf menetapkan bahwa mengingkari hukum zakat yakni mengingkari wajibnya menyebabkan di hukum kufur. Karena itu kita harus mengetahui definisi dari zakat, harta-harta yang harus dizakatkan, nishab- nishab zakat, tata cara pelaksanan zakat dan berbagai macam zakat.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Zakat merupakan suatu kewajiban bagi umat Islam yang digunakan untuk membantu masyarakat lain, menstabilkan ekonomi masyarakat dari kalangan bawah hingga kalangan atas, sehingga dengan adanya zakat umat Islam tidak ada yang tertindas karena zakat dapat menghilangkan jarak antara si kaya dan si miskin. Oleh karena itu, zakat sebagai salah satu instrumen negara dan juga sebuah tawaran solusi untuk menbangkitkan bangsa dari keterpurukan. Zakat juga sebuah ibadah mahdhah yang diwajibkan bagi orang-orang Islam, namun diperuntukan bagi kepentingan seluruh masyarakat.

Zakat merupakan suatu ibadah yang dipergunakan untuk kemaslahatan umat sehingga dengan adanya zakat (baik zakat fitrah maupun zakat maal) kita dapat mempererat tali silaturahmi dengan sesama umat Islam maupun dengan umat lain.

Oleh karena itu kesadaran untuk menunaikan zakat bagi umat Islam harus ditingkatkan baik dalam menunaikan zakat fitrah yang hanya setahun sekali pada bulan ramadhan, maupun zakat maal yang seharusnya dilakukan sesuai dengan ketentuan zakat dalam yang telah ditetapkan baik harta, hewan ternak, emas, perak dan sebagainya.Sebagaimana yang kita ketahui pada setiap Hari Raya Idul Fitri, setiap orang Islam baik laki-laki maupun perempuan, besar kecil, merdeka atau hamba, diwajibkan membayar zakat fitrah sebanyak 3,1 liter dari makanan yang mengenyangkan menurut tiap-tiap tempat ( negeri ).

Dari sedikit pemaparan diatas, disini pemakalah akan mencoba menjelaskan mengenai sejarah zakat fitrah, pengertian zakat, pengertian fitrah, pengertian zakat fitrah, siapa saja yang wajib mengeluarkan zakat fitrah, orang-orang yang berhak menerima zakat, orang yang tidak berhak menerima zakat, waktu berlakunya kewajiban zakat fitrah, dan kadar zakat fitrah yang wajib dikeluarkan.

b. Rumusan Masalah

  1. Mengetahui definisi/ pengertian zakat Fitrah
  2. Mengetahui siapa saja yang berhak menerima zakat
  3. Mengetahui hikmah dari zakat

1.3 Tujuan pembahasan
Makalah ini disusun selain untuk memenuhi tugas mata kuliah fiqh ibadah, juga untuk menambah wawasan kita mengenai zakat fitrah serta memberikan kesadaran kepada kita bahwa zakat fitrah itu hukumnya wajib dan dapat direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari


BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Zakat Fitrah
Zakat menurut bahasa berarti membersihkan dan berkembang.Sedangkan menurut agama Islam zakat berarti kadar harta yang tertentu yang diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya dengan beberapa syarat.Adapun pengertian zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap orang muslim pada hari raya idul fitri yang berupa makanan pokok. 
Di sebut dengan zakat fitrah sebab diwajibkan setelah berbuka puasa. Zakat tersebut difardukan sebagaimana difardukan puasa ramadhan. Menurut Imam Waqi’ dalam kitab Fathul Mu’in beliau mengatakan bahwa zakat fitrah terhadap puasa ramadhan adalah bagaikan sujud sahwi terhadap solat. Artinya dia bisa menambal kekurangan puasa sebagaimana kekurangan solat. Perkataan ini dikuatkan oleh hadis sahih yang mengatakan bahwa zakat fitrah dapat membersihkan orang yang berpuasa dari lelehan (perbuatan sia-sia) dan perkataan keji.
Sebagaimana hadis Nabi SAW:
و عن ابن عباس رضيا لله قال : فرّض رسول الله صلى الله عليه وسلّم, زكاة الفطر طهرة للصائم من اللغو والرفث وطعمة للمساكين, فمن ادا ها قبل الصلاة فهي زكاة مقبولة ومن ادا ها بعد الصلاة فهي صدقة من الصدقات ( رواه ابو داود وابن مجّه وصححه الحاكم )
Artinya :
“Dari Ibnu Abbas dia berkata telah diwajibkan oleh Rasulullah zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan keji serta memberi makanan bagi orang-orang miskin. Barang siapa yang menunaikan sebelum solat hari raya, maka zakat itu diterima dan barang siapa yang membayarnya sesudah solat, maka zakat itu sebagai sodaqah biasa” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majjah).[5]


B. Dasar Hukum Disyaratkannya Zakat Fitrah
Dalil quran dan hadis yang menguatkan disyaratkannya zakat fitrah adalah :
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka” (QS. Al-Taubah : 103).[6]
Adapun hadis Nabi SAW sebagai dasar hukum zakat fitrah yaitu:

عن ابن عمر قال فرّض رسول الله صلى الله عليه وسلّم : زكاة الفطر من رمضان على الناس صاعا من تمر او صاعا من شعير على الحرّ او عبد ذكر او أنثى من المسلمين (رواه البخاري و مسلم) و في البخاري : وكان يعطون قبل الفطر بيوم او يومين
Artinya :
“Dari Ibnu Umar Ra ia berkata, Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah (terbuka) bulan Ramadan sebanyak 1 sa’ (3,1 liter) kurma atau gandum atas tiap-tiap orang muslim merdeka atau hamba, laki-laki atau perempuan (Muttafaqun ‘alaih)” .Dalam hadits Bukhari disebutkan : Mereka membayar fitrah itu sehari atau dua hari sebelum hari raya”

C. Syarat-syarat Wajib Zakat Fitrah

  1. Islam
  2. Lahir sebelum terbenam matahari pada hari penghabisan bulan ramadhan
  3. Mempunyai kelebihan harta dari keperluan makanan untuk dirinya sendiri dan untuk orang yang wajib dinafkahi baik manusia maupun hewan pada malam hari raya dan siang harinya.
D. Waktu Pembayaran Zakat Fitrah
Sebagaimana telah diketahui bahwa waktu wajib membayar zakat ialah sewaktu terbenam matahari pada malam hari raya. Walaupun begitu, tidak ada halangan bila dibayar sebelumnya, asal bulan puasa. Adapun waktu dan hukum membayar zakat pada waktu itu adalah:

  1. Waktu yang diperbolehkan, yaitu awal ramadhan sampai terbenam matahari penghabisan ramadhan
  2. Waktu wajib, yaitu mulai terbenam matahari penghabisan ramadhan
  3. Waktu sunah, yaitu dibayar sesudah shalat sbuh sebelum pergi shalat hari raya.
E. Cara Membayar Zakat
Cara membayar zakat fitrah yaitu dengan menyerahkan zakat kita kepada ‘amil zakat dan lebih afdhalnya diberikan oleh diri sendiri bersamaan mengucapkan/melafalkan niat kita zakat fitrah dan untuk siapa kita zakat fitrah, sehingga ‘amil mengetahui zakat itu diperuntukan siapa.
Niat zakat fitrah sebagai berikut : 
نويت ان اوتي / ان اخرج زكاة الفطر عن نفسى / (nama yang dizakati) ......... 

F. Orang yang berhak menerima Zakat
Orang-orang yang Berhak Menerima Zakat Fitrah Ada 8 ashnaf:

1. Fuqara(Fakir)
Orang yang tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi kebutuhan hidupannya (primer).

2. Masakin (Miskin)
Orang yang mempunyai harta dan tenaga, tapi tidak mencukupi keperluan hidupnya (primer).

3. Amilin
Orang yang bertugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat.

4. Mu'allaf
a.orang kafir yang ada harapan masuk Islam.
b.orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah.

5. Riqab
orang yang memerdekakan hamba sahaya.

6. Gharimin
Orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan ma'siatan dan tidak sanggup membayarnya.

7. Sabilillah

Orang yang bersungguh-sungguh dalam menegakkan ajaran Islam (memelihara berlakunyakebenaran, kebaikan, dan keutamaan akhlak).

8. Ibnu Sabil
Orang yang kehabisan bekal di tengah perjalanan, walaupun ia orang kaya di negerinya.

Orang-orang yang Tidak Berhak Menerima Zakat Fitrah:
Ada 5 Golongan:
1. Orang kaya dengan harta atau kaya dengan usaha dan penghasilan.
2. Hamba sahaya, karena mereka mendapat nafkah dari tuan mereka.
3. Keturunan Rasulullah Saw.
4. Orang dalam tanggungan yang berzakat.
5. Orang yang tidak beragam Islam.


G. Kadar Zakat Fitrah yang Wajib Dikeluarkan:
Menurut hasil penelitian para ahli, satu sha’ kurma sama dengan kira-kira 3 liter atau 2,4 kg beras.
H. Hikmah Zakat
  1. Menolong orang yang lemah dan susah
  2. Membersihkan diri dari sifat kikir dan akhlak tercela
  3. Sebagai ucapan syukur atas nikmat dari Allah
  4. Menjaga kejahatan-kejahatan yang tumbuh dari si miskin
  5. Mendekatkan hubungan kasih sayang dan cinta mencintai antara si miskin dan si kaya.

BAB III
KESIMPULAN
Dari uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap orang muslim pada hari raya idul fitri yang berupa makanan pokok. Adapun pembayaran zakat fitrah yaitu harus sesuai dengan batas waktu yang ditentukan, maka zakat fitrah tidak sah, dan hanya dianggap sebagai shodaqoh biasa. Sedangkan mustahiquzzakat (orang-orang yang berhak menerima zakat), yaitu hanya delapan asnaf (golongan) yang telah disebutkan dalam al-quran surat at-Taubat ayat 60, yakni : Fakir, Miskin, ‘Amil, Muallaf, Hamba, Orang yang Berutang, Sabilillah dan Musafir. Selain 8 asnaf diatas, maka tidak berhak mendapatkan zakat.

Daftar Fustaka
Rasjid Sulaiman, Fiqh Islam, cet. Ke 43 Sinar Baru Algesindo, Bandung, 2009,
Al-Habsyi Bagir Muhammad, Fiqih Praktis I, PT Mizan Pustaka, Bandung.
Muchtar Saefullah Amin, Sejarah dan Syariat Zakat Fitrah. 

Advertisement

Subscribe to receive free email updates: